Review Realme X2 Pro , Hp Mantap dari Realme




Realme Indonesia pada 28 November lalu resmi memboyong flagship terbarunya ke tanah air yaitu, Realme X2 Pro. Dalam waktu dekat kedepan Realme akan menghadirkan varian lain dengan warna baru yaitu Realme X2 Pro Master Edition. Realme X2 Pro Master Edition didesain oleh Naota Fukasawa orang yang sama yang mendesain Realme X Garlic dan Onion  . Master Edition ini dibagian belakang mengusung warna didominasi warna merah batu bata.


Untuk spesifikasi dari Realme X2 Pro ini tidak berbeda dengan varian regulernya :
Keunggulan yang ditawarkan Realme X2 Pro adalah chipset Qualcomm Snapdragon 855 plus dengan clockspeed maksimal ditingkatkan menjadi 2.,96 GHz dan RAM 12 GB dan ROM 256 GB. Jadi ponsel ini sangat cocok untuk bermain game dengan kapasitas besar.
Realme X2 Pro menggunakan kamera utama yang beresolusi 64 MegaPixel. Realme X2 Pro akan menjadi ponsel kedua Realme yang menggunakan kamera 64 MegaPixel. Kamera lainnya 13 MegaPixel, 8 MegaPixel dan 2 MegaPixel. Untuk kamera selfie beresolusi 16 MegaPixel.
Ponsel ini menggunakan layar panel super AMOLED berukuran 6,5 inci dengan rasio layar ke body mencapai 84,9% dan sudah dilengkapi Corning Gorilla Glass 5. Untuk layar ini juga memiliki refresh rate 90 Hz.


Realme X2 Pro menggunakan sistem operasi ColorOS 6.1 Android Pie yang rencananya akan di perbarui ke Android 10.0. Smartphone ini juga mengusung baterai 4000mAh dengan pengisian fast charging 50W di mana baterai bisa terisi penuh dalam 35 menit.

Realme X2 Pro Di Klaim Merusak Pasar Karena Harganya 
Realme resmi merilis smartphone seri X2 Pro ke Indonesia. Realme X2 Pro merupakan flagship pertama Realme yang dijual di tanah air. Dengan spesifikasinya yang ditawarkan yaitu, chipset Snapdragon 855+, RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB, harga yang dibanderol untuk Realme X2 Pro dianggap cukup miring yaitu Rp 7,8 juta. Bandingkan saja dengan produk dari vendor Xiaomi, Black Shark 2 Pro yang sama sama menggunakan Snapdagon 855+ tapi dengan kapasitas RAM dan penyimpanan yang lebih kecil. Ponsel tersebut dibanderol seharga Rp 8 juta. Ada lagi Asus Zenfone 6 yang juga mengusung Snapdragon 855 reguler (bukan Plus), RAM 6 GB dan penyimpanan 128 GB dibanderol Rp 7 juta.  


Apa strategi Realme hingga bisa menetapkan harga tersebut? Menurut Felix Christian, PM Realme Indonesia, untuk mematok  harga Realme X2 Pro yang kompetitif pihak Realme memakai strategi manajemen yang efektif. Felix menuturkan untuk pemasaran ponsel Realme X2 Pro ini perusahaan berfokus pada pemasaran online. Lainnya, Felix juga mengatakan bahwa hal lain yang harus dikorbankan Realme untuk memotong harga adalah tim brand dari Realme itu sendiri. Felix pun menekankan bahwa jumlah tim brand yang ada di Realme tidak sebanyak kompetitor lainnya. "Otomatis Realme menggunakan strategi bukan kami yang mendorong produk, tetapi pengguna yang mencari produk kami. Makanya Realme bisa menciptakan produk dengan harga yang kompetitif," kata Felix dalam wawancara saat acara peluncuran Realme X2 Pro di Jakarta, Rabu (27/11/2019).
Felix juga menampik anggapan bahwa Realme sengaja memangkas harga Realme X2 Pro untuk merusak harga pasar. Ia menjamin strategi tersebut tidak digunakan untuk merusak pasaran ponsel ini. "Bukan karena dumping. Kalau sengaja (menjatuhkan harga), dalam setahun kita sudah tidak akan ada. Jadi sudah kami pikirkan dari segala hal tersebut," jawab Felix.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada 7 Startup Unicorn di Asia Tenggara 4 Diantaranya ada diIndonesia ..!!

Sudah Ku Duga! Jokowi Menang di Boyolali